Translate
Ahoj!!
*means "Hello" or "Hola"*
*this is the first word I learnt from my Slovak friend* -intermezzo-
Seperti yang sudah saya katakan di postingan sebelum ini, saya akan mulai mereview produk Himalaya Herbals. Pertama-tama, saya akan membahas si pembersih muka yang diklaim bebas SLS/SLES, dan phtalates ini. Dua tahun yang lalu saya pernah membelinya, tetapi ketika sudah habis saya nggak repurchase. Jujur aja sih, saya memang orangnya suka ganti-ganti skincare *mentang-mentang kulitnya nggak sensitif* *mentang-mentang kulitnya nggak acne prone*
Salah satu alasan kenapa saya nggak beli produk ini lagi, adalah karena rasanya kurang bersih setelah cuci muka pakai Himalaya whitening face wash ini. Tapi, yang namanya perasaan nggak bisa sama terus selamanya. Jadi... Gimana? Apakah perasaan saya terhadap facial wash ini masih sama seperti yang dulu? Nggak benci... Tapi juga nggak cinta...
Baiklah... Akan saya ulas produk ini untuk memberikan petunjuk bagi bellezas untuk menemukan jawabannya... :)
Hola...
Sekitar dua bulan yang lalu saya ditawari oleh Himalaya untuk mereview produk mereka di blog ini. Tanpa pikir panjang, saya terima dengan senang hati. Saya sudah memakai produk Himalaya sekitar dua tahun yang lalu, ketika produk ini baru saja masuk ke Indonesia.
Singkat cerita, produknya Himalaya datang beberapa minggu kemudian. Ini dia hampersnya...
Cantik yaa hampersnya... hihihi... Saya nggak akan review produknya di sini. Nanti akan saya review satu-satu biar greget.

hola....
saya ini orang yang jarang membeli scrub untuk wajah. bahkan seingat saya di tahun 2013 kemarin saya sama sekali ngga beli scrub wajah. bukan apa-apa sihh, karena biasanya saya memakai gula pasir yang dicampur facial foam untuk mengeksfoliasi kulit wajah. iya, saya sedang demen-demennya memakai bahan-bahan yang ada di dapur untuk perawatan kulit wajah. yahh semacam ayurvedic gitu dehh :D
beberapa waktu yang lalu, tim yukcoba.in mengirimkan produk scrub wajah dari clinique. nama lengkap produknya adalah 7 day scrub cream rinse-off formula. tanpa berlama-lama

kemasan
produk ini dikemas dalam tube, berwarna hijau pastel, dengan tulisan dan logo clinique berwarna perak. kemasan tube memudahkan saya untuk mengontrol seberapa banyak produk yang akan saya keluarkan dari kemasannya. tutupnya flip-top sehingga makin membuat produk ini berkesan praktis. tapi kalau untuk travelling mungkin kurang cocok, karena tutupnya akan lebih mudah terbuka ketika bergesekan dengan barang-barang bawaan yang lain di dalam tas. lagipula kemasannya besar dengab netto nya 100 ml, saya rasa produk ini memang tidak travel friendly.

tekstur
teksturnya berbentuk krim berwarna putih. begitu diratakan di kulit akan kelihatan scrub nya yang kecil-kecil. produk ini 100% bebas wewangian, jadi aman untuk kulit

cara pemakaian
• keluarkan produk secukupnya di tangan.
• ratakan pada seluruh wajah.
pijat wajah dengan gerakan memutar.
• setelah dirasa cukup, bilas dengan air hangat.
• bilas lagi dengan air dingin agar pori-pori di kulit wajah mengecil.
• lanjutkan dengan perawatan kulit wajah yang lain (kalau saya biasanya dilanjut dengan maskeran)
menurut keterangan di kemasannya scrub ini dapat digunakan setiap hari. tapi disarankan untuk kulit kering/normal 1-3 kali seminggu, untuk kulit berminyak 5 kali seminggu. karena saya berkulit kering, saya memakainya 2 kali seminggu.

hasil
begitu scrubnya dibilas, kulit saya jadi terasa lembap dan halus. ketika saya lihat di cermin pun kulit terlihat lebih glowing, komedo berkurang dan pori-pori di bagian pipi dekat hidung yang biasanya besar terlihat mengecil.
apa yang saya suka?
• scrubnya yang kecil-kecil, nggak terasa kasar di kulit wajah.
• mampu mengecilkan pori-pori besar.
• komedo berkurang.
• meninggalkan efek lembap ketika selesai dibilas dan ketika dipegang kulit wajah terasa lebih halus.
• isinya banyak: 100 ml, karena saya hanya memakainya seminggu 2 kali, pasti produk ini bakalan lama habisnya.
apa yang saya tidak suka?
mahal. udah satu kata itu aja :D
akan membeli produk ini kalau sudah habis?
mungkin kalau ada rejeki berlebih bakalan beli :D
muchas gracias untuk tim yukcoba.in yang sudah memilih saya jadi premium reviewer. ayeyy..!!
sampai jumpa lagi yaa senorita..
adios!
hola....

diantara bellezas, ada yang lagi suka pakai masker buatan sendiri seperti saya?
kali ini saya mau bagi-bagi resep masker yang jadi favorit saya saat ini, yaitu turmeric mask a.k.a masker kunyit. awalnya saya ingin mencoba masker jahe, tapi kok agak ngeri ya, kan jahe panas tuh, kalo panas di wajah gimana ya? kemudian saya cari alternatif lain, coba bahan lain yang masih dalam keluarga empon-empon, dan kebetulan di supermarket nemu kunyit dalam bentuk bubuk. saya coba saja, karena banyak review bagus mengenai kunyit yang digunakan sebagai masker. ngga percaya? cari aka di google. hihi. oia, masker kunyit juga banyak digunakan oleh perempuan India dalam merawat kulit. denger-denger masker ini bisa buat detoksifikasi kulit lohh. sangat bermanfaat bagi senorita yang sering terkena debu dan polusi atau buat yang baru lepas dari deraan krim gajebo.
tertarik mencobanya? ini dia bahan-bahan yang diperlukan:
1 sendok makan bubuk kunyit (bisa dibeli di supermarket)
1 sendok makan susu bubuk --> rekomendasi untuk kulit normal kering (untuk kulit normal-berminyak pilihlah susu bebas lemak/non fat)
1 sendok teh madu murni
cara membuat:

taruh susu bubuk di dalam piring kecil.

campur dengan 1 sendok makan air matang hangat.

aduk rata hingga teksturnya menyerupai pasta.

tambahkan kunyit bubuk ke dalam adonan susu tadi. aduk rata.

tambahkan madu. aduk lagi sampai semuanya tercampur.

ini dia maskernya.... siap dioles-oles ke wajah.
pakai masker ini sambil tiduran, karena konon kabarnya menggunakan masker sembari tiduran dapat lebih menyerap nutrisi dari masker.
tunggu sampai kering.

atas: sesaat setelah masker dioleskan ke wajah, bawah: setelah masker mulai mengering.
kemudian setelah kering, bilas dengan air hangat. keringkan dengan handuk bersih.
masker kunyit ini apa ngga bikin muka jadi kuning?
muka akan jadi kuning sihh.. tapi ngga terlalu kuning kok, ngga seperti kalo tangan kita abis memeras parutan kunyit. karena kunyit bubuknya sudah dicampur susu. tapi kalau ada yang takut terlalu kuning, perbandingannya bisa diganti, banyakin susu bubuknya.
saya biasa memakai masker ini malam sebelum tidur. setelah bangun pada pagi hari, saya bersihkan wajah saya dengan milk cleanser hingga kapas pembersihnya tetap putih, tidak berwarna kuning hasil residu kunyit di wajah saya tadi. setelah itu saya mandi, dan tak lupa membasuh wajah dengan facial wash seperti biasa.
menurut info yang saya baca dari berbagai sumber, ketiga bahan utama pembuat masker ini mempunyai masing-masing manfaat. apa aja manfaatnya? lanjutin bacanya yuuukk ;)
kunyit
• bahan eksfoliasi alami yang dapat mengangkat sel-sel kulit mati.
• memudarkan bekas-bekas jerawat dan stretch marks.
• sebagai antiseptik, mengusir bakteri penyebab jerawat.
madu
•bahan alami anti bakteri, sangat baik untuk merawat kulit berjerawat dan mencegah datangnya jerawat.
• antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.
• melembapkan kulit, membantu kulit menjadi terlihat lebih berseri-seri.
• mampu membersihkan kulit sampai ke pori-pori.
susu
• melembapkan kulit.
• mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit.
saya suka banget sama masker ini, kulit jadi lembut dan lebih glowy karena kelembapan kulit saya bertambah. kulit saya kering banget, butuh nutrisi tambahan dari masker ini. xixi.
adios!

diantara bellezas, ada yang lagi suka pakai masker buatan sendiri seperti saya?
kali ini saya mau bagi-bagi resep masker yang jadi favorit saya saat ini, yaitu turmeric mask a.k.a masker kunyit. awalnya saya ingin mencoba masker jahe, tapi kok agak ngeri ya, kan jahe panas tuh, kalo panas di wajah gimana ya? kemudian saya cari alternatif lain, coba bahan lain yang masih dalam keluarga empon-empon, dan kebetulan di supermarket nemu kunyit dalam bentuk bubuk. saya coba saja, karena banyak review bagus mengenai kunyit yang digunakan sebagai masker. ngga percaya? cari aka di google. hihi. oia, masker kunyit juga banyak digunakan oleh perempuan India dalam merawat kulit. denger-denger masker ini bisa buat detoksifikasi kulit lohh. sangat bermanfaat bagi senorita yang sering terkena debu dan polusi atau buat yang baru lepas dari deraan krim gajebo.
tertarik mencobanya? ini dia bahan-bahan yang diperlukan:
1 sendok makan bubuk kunyit (bisa dibeli di supermarket)
1 sendok makan susu bubuk --> rekomendasi untuk kulit normal kering (untuk kulit normal-berminyak pilihlah susu bebas lemak/non fat)
1 sendok teh madu murni
cara membuat:

taruh susu bubuk di dalam piring kecil.

campur dengan 1 sendok makan air matang hangat.

aduk rata hingga teksturnya menyerupai pasta.

tambahkan kunyit bubuk ke dalam adonan susu tadi. aduk rata.

tambahkan madu. aduk lagi sampai semuanya tercampur.

ini dia maskernya.... siap dioles-oles ke wajah.
pakai masker ini sambil tiduran, karena konon kabarnya menggunakan masker sembari tiduran dapat lebih menyerap nutrisi dari masker.
tunggu sampai kering.

atas: sesaat setelah masker dioleskan ke wajah, bawah: setelah masker mulai mengering.
kemudian setelah kering, bilas dengan air hangat. keringkan dengan handuk bersih.
masker kunyit ini apa ngga bikin muka jadi kuning?
muka akan jadi kuning sihh.. tapi ngga terlalu kuning kok, ngga seperti kalo tangan kita abis memeras parutan kunyit. karena kunyit bubuknya sudah dicampur susu. tapi kalau ada yang takut terlalu kuning, perbandingannya bisa diganti, banyakin susu bubuknya.
saya biasa memakai masker ini malam sebelum tidur. setelah bangun pada pagi hari, saya bersihkan wajah saya dengan milk cleanser hingga kapas pembersihnya tetap putih, tidak berwarna kuning hasil residu kunyit di wajah saya tadi. setelah itu saya mandi, dan tak lupa membasuh wajah dengan facial wash seperti biasa.
menurut info yang saya baca dari berbagai sumber, ketiga bahan utama pembuat masker ini mempunyai masing-masing manfaat. apa aja manfaatnya? lanjutin bacanya yuuukk ;)
kunyit
• bahan eksfoliasi alami yang dapat mengangkat sel-sel kulit mati.
• memudarkan bekas-bekas jerawat dan stretch marks.
• sebagai antiseptik, mengusir bakteri penyebab jerawat.
madu
•bahan alami anti bakteri, sangat baik untuk merawat kulit berjerawat dan mencegah datangnya jerawat.
• antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.
• melembapkan kulit, membantu kulit menjadi terlihat lebih berseri-seri.
• mampu membersihkan kulit sampai ke pori-pori.
susu
• melembapkan kulit.
• mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit.
saya suka banget sama masker ini, kulit jadi lembut dan lebih glowy karena kelembapan kulit saya bertambah. kulit saya kering banget, butuh nutrisi tambahan dari masker ini. xixi.
adios!
hola !!
musuhan kok ngajak-ngajak.. :p
jangan salah sangka dulu.. ssya bukan ngajakin musuhan sama orang... tapi musuhan sama begundal satu ini nihh...
nihh...

ilustrasi diambil dari sini.
dihh.. sok imut banget mataharinya.. tapi sinar matahari nggak seimut itu lohh.. dia jahat! jahat banget!! jahatnya pun ada jam nya, dari jam 9 pagi sampai 4 sore. kalo dibawah jam 9 pagi dia baiiikk banget, ngasih vitamin D buat tubuh kita.
yuk kita cari tahu, kalau lagi jahat, sinar matahari ini bakalan sejahat apa....
apakah senorita tahu kalau sebenarnya ada tiga jenis sinar UV, yaitu sinar UVA, UVB dan UVC? produk sunblock atau sunscreen yang beredar di pasaran sekarang ini memberikan perlindungan dari paparan sinar UVA dan UVB. karena yang berhasil masuk ke bumi dan meradiasi kulit adalah sinar UVA dan UVB, sedangkan sinar UVC berhasil ditangkal oleh lapisan atmosfer. sinar UVA adalah sinar UV dengan gelombang panjang. jika terpapar sinar ini dalam jangka waktu yang panjang dan tanpa perlindungan, maka kulit akan mudah kehilangan kelembapan dan colagen, sehingga mengakibatkan kulit menjadi mudah keriput dan mengalami penuaan dini. sedangkan sinar UVB adalah penyebab kulit terbakar dan kulit kemerahan. kedua sinar UV ini diketahui bersifat karsinogen, yaitu penyebab kanker pada kulit.
ngomong-ngomong soal skincare, bagi saya seluruh rangkaian produk skincare (mulai dari pembersih, penyegar, pelembap, masker (baca: perawatan tambahan untuk kulit),dll) semuanya penting. karena antara produk satu dan lainnya saling melengkapi supaya hasilnya bisa terasa dan kelihatan maksimal. tapiiii kalau saya disuruh milih satu aja diantara buanyaknya daftar skincare, maka yang benar-benar penting dan paling saya butuhkan adalah sunblock.
saya adalah orang yang berasal dari pedalaman, yang kalau pergi kemana-mana dengan mengendarai motor jaraknya jauh. karena itu saya perlu dan butuh untuk melindungi kulit saya dari berbagai macam bahaya yang mengintai kecantikan kulit saya.. *belai-belai kulit*. kalau keluar rumah naik motor,baik pagi, siang, sore ataupun malam, saya selalu mengenakan jaket, masker (baca: pelindung wajah), sarung tangan dan sepatu. selain untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari dan polusi, juga untuk keamanan berkendara, sesuai dengan anjuran pemerintah :D
oia, perlindungan kulit tak cukup hanya dengan mengenakan perlengkapan seperti yang disebutkan di atas saja, tapi yang namanya sunblock tetap perlu digunakan. saya pernah membaca artikel kecantikan di sebuah tabloid wanita, bahwa sunblock itu harus dioleskan di kulit pada pagi hari sebanyak 365 kali per tahun. itu artinya, kita harus mengoleskan sunblock setiap hari, tidak peduli mau cuaca panas, dingin, mendung, hujan, ataupun bersalju, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. jangan salah, sinar UV mampu menembus kaca jendela (bukaaaan.... bukan sejenis hantu kok) dan tetap bisa merusak kulit loh, senorita.. serem .. >.<
dan... diantara begitu banyaknya merk produk sunblock, yang paling pas (pas di kulit dan pas di dompet) buat saya adalah...

Skin Aqua UV Mild Milk
ini sunblock yang cocok untuk kulit kering saya. karena selain melindungi, sunblock ini mampu melembapkan kulit dengan kandungan hyaluronic acid yang melembapkan kulit wajah. silahkan baca keterangan di bagian belakang botolnya yaa..

karena saya bisa mendapatkan manfaat pelembap kulit pada produk ini, maka saya skip pemakaian pelembap. kecuali pada saat saya akan bermakeup berat, saya pastinya tetap menggunakan pelembap sebelum tabir surya. saya ngga suka memakai terlalu banyak lapisan di wajah saya untuk dandanan sehari-hari. berasanya berat aja di wajah walaupun itu produk skincare (toner-pelembap-sunblock). untuk sehari-hari saya hanya menggunakan skin aqua ini dan bedak tabur.
bukan berarti saya mengesampingkan pentingnya pelembap, saya tetap memakai pelembap di malam hari dan tiga hari sekali (kalau lagi rajin bisa tiap hari malah) memakai masker yang terbuat dari susu+madu. masker ini ampuh banget untuk melembapkan kulit wajah saya yang teramat kering ini. setelah maskeran kulit wajah saya jadi kenyal dan lembut banget. buat yang punya kulit kering, DIY face mask ini recommended banget deh.. murah dan bahannya alami :) *OOT dikit :p *
tekstur produk
balik lagi ke skin aqua... teksturnya tuhh... gimana mendeskripsikannya ya? uhmm.. kental tapi cair, cair tapi kental gitu. berwarna putih susu tapi setelah diratakan di kulit (wajah maupun bagian tubuh yang lain) tidak menimbulkan white cast. kalau difoto pun tidak akan memunculkan white cast. tapi sejauh pengalaman saya, asal lampu flashnya tidak terlalu terang dan pencahayaannya tidak berlebihan (bisa dari sinar matahari yang sangat terik), produk yang mengandung tabir surya (contohnya: bedak, foundation dan TWC ber-SPF) tidak akan menimbulkan white cast pada kulit (wajah). tidak percaya? coba saja ;)
karakteristik produk
setelah diaplikasikan wajah akan terlihat greasy. setelah ditunggu beberapa menit pun rasa greasy itu tidak hilang. setelah itu baru saya pulaskan bedak tabur di wajah untuk mengurangi kesan greasy. dan wajah pun akan tampak segar dan tetap terlindungi tanpa terlihat berlebihan.
produk Skin Aqua UV Mild Milk ini memiliki perlindungan SPF 25 PA++. banyak yang meyakini semakin tingginya angka pada SPF, semakin besar pula perlindungan yang diberikan oleh sunblock tersebut. padahal yang penting bukan angkanya, tapi untuk perlindungan optimal sunblock harus dioleskan kembali setiap dua jam sekali, atau lebih sering jika berada di bawah paparan sinar matahari. tapi repot juga ya kalau harus mengoleskan sunblock setiap dua jam sekali. karena wajah (dan bagian tubuh yang lain) yang akan diolesi sunblock lagi harus dalam keadaan bersih. itu artinya, segala jenis makeup harus dihapus terlebih dahulu, baru kemudian sunblock bisa dioleskan... dan lanjut dengan makeup. wuahhh... repot ya bok... :D tapi saya nggak serajin dan segenit itu. walaupun sudah memakai produk tabir surya, sebisa mungkin saya meminimalkan paparan sinar matahari ke kulit, dengan cara memakai jaket dan masker.. *euwhh...masker pelindung wajah ya bukan masker susu plus madu tadi.* hal ini bertujuan agar saya tidak perlu mengoleskan produk tabir surya ke wajah berulang kali.
jadi, musuhan yuk sama sinar matahari yang jahat!
hola, senorita..
kesimpulan:
kualitas ♥♥♥♥♥
mudah digunakan ♥♥♥♥♥
ketersediaan ♥♥♥♥♡
harga ♥♥♥♥♥
keseluruhan ♥♥♥♥♥ *LOVE it!!*
repurchase? iyap.. tentu saja bakalan repurchase terus.... :D
adios, senorita!
musuhan kok ngajak-ngajak.. :p
jangan salah sangka dulu.. ssya bukan ngajakin musuhan sama orang... tapi musuhan sama begundal satu ini nihh...
nihh...

ilustrasi diambil dari sini.
dihh.. sok imut banget mataharinya.. tapi sinar matahari nggak seimut itu lohh.. dia jahat! jahat banget!! jahatnya pun ada jam nya, dari jam 9 pagi sampai 4 sore. kalo dibawah jam 9 pagi dia baiiikk banget, ngasih vitamin D buat tubuh kita.
yuk kita cari tahu, kalau lagi jahat, sinar matahari ini bakalan sejahat apa....
apakah senorita tahu kalau sebenarnya ada tiga jenis sinar UV, yaitu sinar UVA, UVB dan UVC? produk sunblock atau sunscreen yang beredar di pasaran sekarang ini memberikan perlindungan dari paparan sinar UVA dan UVB. karena yang berhasil masuk ke bumi dan meradiasi kulit adalah sinar UVA dan UVB, sedangkan sinar UVC berhasil ditangkal oleh lapisan atmosfer. sinar UVA adalah sinar UV dengan gelombang panjang. jika terpapar sinar ini dalam jangka waktu yang panjang dan tanpa perlindungan, maka kulit akan mudah kehilangan kelembapan dan colagen, sehingga mengakibatkan kulit menjadi mudah keriput dan mengalami penuaan dini. sedangkan sinar UVB adalah penyebab kulit terbakar dan kulit kemerahan. kedua sinar UV ini diketahui bersifat karsinogen, yaitu penyebab kanker pada kulit.
ngomong-ngomong soal skincare, bagi saya seluruh rangkaian produk skincare (mulai dari pembersih, penyegar, pelembap, masker (baca: perawatan tambahan untuk kulit),dll) semuanya penting. karena antara produk satu dan lainnya saling melengkapi supaya hasilnya bisa terasa dan kelihatan maksimal. tapiiii kalau saya disuruh milih satu aja diantara buanyaknya daftar skincare, maka yang benar-benar penting dan paling saya butuhkan adalah sunblock.
saya adalah orang yang berasal dari pedalaman, yang kalau pergi kemana-mana dengan mengendarai motor jaraknya jauh. karena itu saya perlu dan butuh untuk melindungi kulit saya dari berbagai macam bahaya yang mengintai kecantikan kulit saya.. *belai-belai kulit*. kalau keluar rumah naik motor,baik pagi, siang, sore ataupun malam, saya selalu mengenakan jaket, masker (baca: pelindung wajah), sarung tangan dan sepatu. selain untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari dan polusi, juga untuk keamanan berkendara, sesuai dengan anjuran pemerintah :D
oia, perlindungan kulit tak cukup hanya dengan mengenakan perlengkapan seperti yang disebutkan di atas saja, tapi yang namanya sunblock tetap perlu digunakan. saya pernah membaca artikel kecantikan di sebuah tabloid wanita, bahwa sunblock itu harus dioleskan di kulit pada pagi hari sebanyak 365 kali per tahun. itu artinya, kita harus mengoleskan sunblock setiap hari, tidak peduli mau cuaca panas, dingin, mendung, hujan, ataupun bersalju, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. jangan salah, sinar UV mampu menembus kaca jendela (bukaaaan.... bukan sejenis hantu kok) dan tetap bisa merusak kulit loh, senorita.. serem .. >.<
dan... diantara begitu banyaknya merk produk sunblock, yang paling pas (pas di kulit dan pas di dompet) buat saya adalah...

Skin Aqua UV Mild Milk
ini sunblock yang cocok untuk kulit kering saya. karena selain melindungi, sunblock ini mampu melembapkan kulit dengan kandungan hyaluronic acid yang melembapkan kulit wajah. silahkan baca keterangan di bagian belakang botolnya yaa..

karena saya bisa mendapatkan manfaat pelembap kulit pada produk ini, maka saya skip pemakaian pelembap. kecuali pada saat saya akan bermakeup berat, saya pastinya tetap menggunakan pelembap sebelum tabir surya. saya ngga suka memakai terlalu banyak lapisan di wajah saya untuk dandanan sehari-hari. berasanya berat aja di wajah walaupun itu produk skincare (toner-pelembap-sunblock). untuk sehari-hari saya hanya menggunakan skin aqua ini dan bedak tabur.
bukan berarti saya mengesampingkan pentingnya pelembap, saya tetap memakai pelembap di malam hari dan tiga hari sekali (kalau lagi rajin bisa tiap hari malah) memakai masker yang terbuat dari susu+madu. masker ini ampuh banget untuk melembapkan kulit wajah saya yang teramat kering ini. setelah maskeran kulit wajah saya jadi kenyal dan lembut banget. buat yang punya kulit kering, DIY face mask ini recommended banget deh.. murah dan bahannya alami :) *OOT dikit :p *
tekstur produk
balik lagi ke skin aqua... teksturnya tuhh... gimana mendeskripsikannya ya? uhmm.. kental tapi cair, cair tapi kental gitu. berwarna putih susu tapi setelah diratakan di kulit (wajah maupun bagian tubuh yang lain) tidak menimbulkan white cast. kalau difoto pun tidak akan memunculkan white cast. tapi sejauh pengalaman saya, asal lampu flashnya tidak terlalu terang dan pencahayaannya tidak berlebihan (bisa dari sinar matahari yang sangat terik), produk yang mengandung tabir surya (contohnya: bedak, foundation dan TWC ber-SPF) tidak akan menimbulkan white cast pada kulit (wajah). tidak percaya? coba saja ;)
karakteristik produk
setelah diaplikasikan wajah akan terlihat greasy. setelah ditunggu beberapa menit pun rasa greasy itu tidak hilang. setelah itu baru saya pulaskan bedak tabur di wajah untuk mengurangi kesan greasy. dan wajah pun akan tampak segar dan tetap terlindungi tanpa terlihat berlebihan.
produk Skin Aqua UV Mild Milk ini memiliki perlindungan SPF 25 PA++. banyak yang meyakini semakin tingginya angka pada SPF, semakin besar pula perlindungan yang diberikan oleh sunblock tersebut. padahal yang penting bukan angkanya, tapi untuk perlindungan optimal sunblock harus dioleskan kembali setiap dua jam sekali, atau lebih sering jika berada di bawah paparan sinar matahari. tapi repot juga ya kalau harus mengoleskan sunblock setiap dua jam sekali. karena wajah (dan bagian tubuh yang lain) yang akan diolesi sunblock lagi harus dalam keadaan bersih. itu artinya, segala jenis makeup harus dihapus terlebih dahulu, baru kemudian sunblock bisa dioleskan... dan lanjut dengan makeup. wuahhh... repot ya bok... :D tapi saya nggak serajin dan segenit itu. walaupun sudah memakai produk tabir surya, sebisa mungkin saya meminimalkan paparan sinar matahari ke kulit, dengan cara memakai jaket dan masker.. *euwhh...masker pelindung wajah ya bukan masker susu plus madu tadi.* hal ini bertujuan agar saya tidak perlu mengoleskan produk tabir surya ke wajah berulang kali.
jadi, musuhan yuk sama sinar matahari yang jahat!
hola, senorita..
lama ya aku ngga muncul di blog.. hihi.. kemarin ngga sempet ngeblog karena rumah lagi rame.. kedatangan tamu agung dari jekardahh.. bukan.. bukan kedatangan pejabat kok, emang beneran kedatangan si Agung.. err... itu nama kakakku yang tinggal di jakarta.. hahaha *krik krik*
jadi kemarin selama dua mingguan gitu rempong karena musim liburan kan ya, kebetulan dua kakakku berprofesi sebagai guru, jadi kalo libur sekolah mereka ikutan libur juga. nahh rumah jadi rame, apalagi ada Tyas, keponakanku yang super rempong dan bandel itu.
ini si anak bandel itu..
latar belakangnya serem ya? hehehe.. iya itu emang lagi di tempat pemakaman x))
sekian dulu intronya.. super panjang ya.. hehehe... maaf ya, intronya ngga nyambung...
sebelumnya aku mau tanya nih, apakah senorita merasakan wajahnya sekarang menjadi kering, atau minyak di wajah berkurang dengan sangat drastis?
sekarang ini kulit wajah di area U jadi bertambah kering, area T minyaknya berkurang banyak. beberapa teman yang lain juga merasakan kulitnya jadi kering. bahkan yang biasanya kulitnya berminyak banget, tiba-tiba jadi mengelupas karena saking keringnya. hmmm... fenomena apakah ini? kurang tau juga sihh.... apakah ini hanya terjadi di Jogja aja, atau di kota lain kejadian juga hal yang seperti ini?
(katanya sih) Dove White Beauty Bar ini mengandung seperempat moisturizing milk, karena itu sekarang aku mengganti facial foam ku dengan dove white beauty
bar ini. karena dapat membersihkan wajah, tapi tidak menyebabkan kulit
wajah menjadi semakin kering. aku beralih dari Sariayu Facial Foam yang
beberapa waktu lalu aku review di sini, ke dove ini, karena aku pengen
tetep merasakan efek lembap setelah membersihkan wajah dengan sabun.
dulu iklan dove mengklaim bahwa dove ini bukan sabun, tapi bagiku tetep
aja dia sabun, soalnya kalo dibasahi trus diusapkan ke tangan akan
meciptakan busa. di pikiranku: segala sesuatu yang berbusa adalah sabun.
:D
ini keterangan di balik kotak sabunnya. aku lebih suka membeli yang kecil, karena lebih cepet habis dan bisa cepet-cepet pake bar yang baru lagi. hahaha. oia, kalo duluuuu banget dove beauty bar yang beredar di Indonesia adalah produk buatan Jerman *masi inget banget, karena dulu pakenya dove juga dan ga pernah ganti-ganti sampai produk ini sempat discontinue selama beberapa tahun, kemudian muncul lagi* tapi yang sekarang ini buatan Indonesia. IMO sama aja sih dove beauty bar yang dulu sama yang sekarang, aroma dan bentuk sabunnya masi sama, hanya saja dulu nggak ada versi kecilnya.
ingredientsnya.
segini nih ukuran dove beauty bar yang kecil, imut banget yaa.. kalo dipake untuk seluruh tubuh dan wajah, bisa dipakai sampai semingguan. ya, sabun ini bisa dipakai untuk badan juga, kulit tubuh jadi ikut lembap juga.
kesimpulan:
- harganya murah, Rp. 3000-an untuk bar kecil, Rp. 6000-an untuk bar besar.
- mudah didapat di supermarket maupun minimarket.
- menimbulkan efek lembap di kulit setelah dibilas dengan air.
- wanginya lembut.
- bisa digunakan untuk wajah dan badan.
kualitas ♥♥♥♥♥
mudah digunakan ♥♥♥♥♥
ketersediaan ♥♥♥♥♡
harga ♥♥♥♥♥
keseluruhan ♥♥♥♥♥ *LOVE it!!*
repurchase? iyap.. tentu saja bakalan repurchase terus.... :D
adios, senorita!
Semua
yang saya tulis di sini adalah
murni pendapat pribadi saya selama saya menggunakan produk ini. Produk
ini saya beli sendiri, dan saya sama sekali tidak dibayar dalam bentuk
apapun oleh pihak manapun. Saya tidak menjamin produk ini akan cocok
juga ketika dipakai oleh pembaca, mengingat jenis dan kondisi kulit
setiap individu yang berbeda. Muchas Gracias! :)
siapa yang jerawatan?
hayo ngakuuuu??
*tunjuk jari* saya..saya...saya..tidak...!!
wuakaka...sombong...
kemasan ketika dibeli masi tertutup oleh segel dari aluminium foil.
kualitas ♥♥♥♥♥
mudah digunakan ♥♥♥♥♡
ketersediaan ♥♥♥♥♡
harga ♥♥♥♥♡
keseluruhan ♥♥♥♥♡
repurchase? nope.. tetep cinta yang varian Putih Langsat (sebenernya menurutku sama aja sih, sama-sama ngga ngeringin wajah, tapi aku lebih suka wanginya putih langsat).
okeyy.... sampai disini dulu ya reviewnya.
sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya. bahahak.
adios!
hayo ngakuuuu??
*tunjuk jari* saya..saya...saya..tidak...!!
wuakaka...sombong...
aku suka banget sama facial foam dari Sariayu, tapi bukan yang ini sih yang dulu aku pake. dulu pake yang putih langsat, iseng aja beli karena lagi promo, beli facial foam gratis pelembap, full size pula, udah gitu masi diskon 15%, jadi harganya ngga sampe sepuluhribuan waktu itu ~ yaa..dua tahunan yang lalu lah :D. lumayan banget kan? facial foam nya aku pake sampe habis, begitu pula dengan pelembapnya aku pake sampe entek tung *bahasa planet mana lagi ini?* *entek tung artinya habis sampai tetes terakhir.. :D)*
nah setelah melanglang buana dengan busa pembersih wajah merk lain, akhirnya aku kangen sama FF keluaran Sariayu ini. tapiiii... waktu itu di toko langganan aku sedang OOS yang varian putih langsatnya, cuma tinggal yang ini...
... untuk kulit berjerawat. tapi yaudahlah, beli yang ini aja, soalnya dulu ses celle pernah bilang juga suka banget sama FF ini *eh..gak tau ding, suka banget atau suka aja..* siapa tahu cocok juga di kulitku.
kemasan FF ini besar, berisi 75 gram, harganya 12ribuan (belum diskon) dan bisa dipake kurang lebih selama 4 bulan. irit kan? kan.
tekstur FF ini kental, dan berwarna putih susu. cara memakainya cukup keluarkan isinya sebesar kacang kedelai, campur sedikit air, usapkan kedua belah tangan sampai berbusa.
busanya banyak, tapi setelah dibilas nggak bikin muka kering. muka tetap terasa lembap. wanginya juga seger, ngga terlalu menusuk hidung. setelah dibilas, wanginya ikut hilang.
kemasan ketika dibeli masi tertutup oleh segel dari aluminium foil.
tutupnya berbentuk flip top tapi juga bisa dibuka tutup ulirnya *errr.. bisa dibayangin nggak sih? ==a)... praktis... tapi IMO kurang travel friendly karena tutupnya jadi gampang kebuka ketika dibawa berpergian.
keterangan produk di balik kemasannya.
komposisinya... masi aman lah menurutku *baca sambil lalu* *ngga ngerti kandungan bahan kimia* --"
kesimpulan:
- mudah didapat (tersedia di supermarket dan counter Sariayu)
- mudah dibusakan.
- murah.
- tidak mengeringkan kulit wajah.
- wanginya lembut.
kualitas ♥♥♥♥♥
mudah digunakan ♥♥♥♥♡
ketersediaan ♥♥♥♥♡
harga ♥♥♥♥♡
keseluruhan ♥♥♥♥♡
repurchase? nope.. tetep cinta yang varian Putih Langsat (sebenernya menurutku sama aja sih, sama-sama ngga ngeringin wajah, tapi aku lebih suka wanginya putih langsat).
okeyy.... sampai disini dulu ya reviewnya.
sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya. bahahak.
adios!
Semua yang saya tulis di sini adalah
murni pendapat pribadi saya selama saya menggunakan produk ini. Produk ini saya beli sendiri, dan saya sama sekali tidak dibayar dalam bentuk apapun oleh pihak manapun. Saya tidak menjamin produk ini akan cocok juga ketika dipakai oleh pembaca, mengingat jenis dan kondisi kulit setiap individu yang berbeda. Muchas Gracias! :)
hola...
apa efeknya setelah menggunakan masker ini?
mudah didapat di supermarket atau counter Wardah
isinya banyak
pemakaian irit
terasa perih di daerah tulang pipi
mengeringkan kulit wajah saya
Semua yang saya tulis di sini adalah murni pendapat pribadi saya selama saya menggunakan produk ini. Produk ini saya beli sendiri, dan saya sama sekali tidak dibayar dalam bentuk apapun oleh pihak manapun. Saya tidak menjamin produk ini akan cocok juga ketika dipakai oleh pembaca, mengingat jenis dan kondisi kulit setiap individu yang berbeda. Muchas Gracias! :)
saya menggunakan masker ini selama kurang lebih dua bulan. tergoda beli karena pengen mencoba masker yang bisa langsung pakai tanpa harus mencampur maskernya dengan air mawar terlebih dahulu ~biasanya saya menggunakan masker bubuk yang memang harus mau repot dulu sebelum maskeran~
masker ini mursida loh, cuma 14 ribu saja, itupun masi diskon 15% ~tolong dihitung berapa itu harga belinya..hahaha~
saya suka kemasannya, warna biru. FYI, saya memang penyuka warna biru. hihihi. isinya 60 ml, lumayan ngirit lah ya ~ngirit banget itu mah~, karena pada petunjuknya cuma boleh dipakai seminggu sekali. ngga tau deh se tube ini bisa dipakai sampe berapa lama, karena udah 2 bulan pake isinya masih segitu-segitu aja, ngga berkurang banyak ^^
ini keterangan produk, cara pemakaian dan ingredientsnya. maaf ya fotonya agak miring, karena..hmm.. otak saya lagi miring mungkin..~apasih tas?~ klik gambarnya untuk memperbesar foto (memperbesar foto bukanlah jaminan akan memperjelas tulisan. waspadalah, jangan sampai tertipu.. ;) )
tutupnya berbentuk flip top, sehingga sangat praktis ketika akan digunakan. mulut tutupnya juga kecil, kita bisa dengan mudah mengatur banyak sedikitnya masker yang akan dikeluarkan dari kemasan. mungkin ada beberapa orang yang kurang suka dengan tutup flip top, karena kurang aman apabila dibawa berpergian. tapi saya sih suka-suka aja, karena menurut pengalaman, pada saat travelling saya ngga pernah menyempatkan diri untuk maskeran. males bok.
tolong abaikan tangan buluk saya ya. itu tangan seorang rider yang nggak pernah pakai kaos tangan ya gitu deh jadinya ~jangan dicontoh~
tekstur maskernya kental, berwarna putih dan wangi. wanginya seger sih, menurut saya wanginya tidak mengganggu. yang cukup mengganggu justru ketika masker ini dioleskan ke wajah. beuh.. pada kulit di daerah tulang pipi saya terasa perih, kayak kebakar gitu rasanya. padahal kulit saya ngga sensitif-sensitif amat. tapi lama kelamaan rasa perihnya itu hilang seiring dengan mengeringnya masker.
ini ketika masker diratakan dengan tangan ~saya tidak pakai kuas masker karena merasa tangan saya cukup higienis untuk colek-colek masker. ya iyalah, karena sebelum maskeran saya cuci tangan dulu~
ketika masker kering, teksturnya tidak menyerbuk, dan tidak mudah menempel pada kain ~kebiasaan kalo maskeran sambil tiduran di atas kasur. pernah maskeran, terus ketiduran sampe pagi. wuahahah~.
untuk membilas maskernya, saya menggunakan waslap yang dicelupkan air hangat, kemudian diusap pada wajah. setelah itu saya basuh wajah saya dengan air dingin. mengapa saya membersihkan dengan cara seperti ini? karena jika dibersihkan dengan air hangat saja tanpa waslap, itu susah bersihnya, sodara-sodara. butuh ekstra tenaga agar wajah benar-benar bersih.
apa efeknya setelah menggunakan masker ini?
kulit saya jadi kencang, dan minyak di area T saya berkurang, dan area U saya kering. wajar sih, karena setiap maskeran kulit wajah saya memang begitu. makanya, setelah saya maskeran, tidak lupa saya oleskan pelembap/krim malam sesudahnya. masker ini memang masker pencerah wajah, tapi berhubung saya tidak memakai semua rangkaian lightening nya Wardah, jadi ya tidak terlihat efek mencerahkannya di wajah saya. biasa aja gitu deh, cyin..
kesimpulan:
(+)
harga terjangkau untuk semua kalanganmudah didapat di supermarket atau counter Wardah
isinya banyak
pemakaian irit
(-)
mengeringkan kulit wajah saya
Harga: IDR 14K
Repurchase? No
Recommended? tidak, apalagi untuk kulit sensitif.Semua yang saya tulis di sini adalah murni pendapat pribadi saya selama saya menggunakan produk ini. Produk ini saya beli sendiri, dan saya sama sekali tidak dibayar dalam bentuk apapun oleh pihak manapun. Saya tidak menjamin produk ini akan cocok juga ketika dipakai oleh pembaca, mengingat jenis dan kondisi kulit setiap individu yang berbeda. Muchas Gracias! :)
Olá..
bukan ola ramlan atau ola yang jualan roti itu, tapi ini sapaan baru, "halo" dalam bahasa portugis :)
ini adalah pelembap bengkoang mustika ratu, HG saya saat ini untuk produk pelembap --selama pelembapnya belum habis, maka produk ini akan tetap menjadi HG saya, MUAhahaha--
teksturnya seperti lotion, berwarna putih susu. wanginya biasa saja sih menurut saya, tapi ses celle bilang wanginya nggak enak.
- mulut botolnya terlalu lebar, peluang untuk tumpahnya besar, kuman dan bakteri jadi gampang masuk.
bukan ola ramlan atau ola yang jualan roti itu, tapi ini sapaan baru, "halo" dalam bahasa portugis :)
ini adalah pelembap bengkoang mustika ratu, HG saya saat ini untuk produk pelembap --selama pelembapnya belum habis, maka produk ini akan tetap menjadi HG saya, MUAhahaha--
kemasan pelembap yang sudah saya repurchase sebanyak tiga kali ini berbentuk seperti tabung, kecil dan berwarna putih. dengan bersih 35 ml, saya beli di mutiara dapet diskon 15%, harganya jadi cuma Rp.7000. muraaaaah yaaa..
mulut botolnya lebar, pada tutupnya terdapat alat bantu untuk mengambil pelembabnya. kalau pelembapnya udah hampir habis, saya lebih suka langsung memasukkan jari saya pada botolnya untuk mengambil pelembap :D. dengan mulut botol yang lebar produk ini jadi mudah terkontaminasi kuman, bakteri dan kotoran dari luar. makanya setelah saya menotol-notolkan pelembab pada wajah, biasanya langsung saya tutup kemasannya untuk memperkecil resiko produk terkontaminasi kuman-kuman nakal.
pelembap ini diklaim mampu membuat kulit tampak lebih putih. namun itu bukan alasan saya merepurchasenya sebanyak tiga kali. tapi karena dengan produk ini kulit saya menjadi lebih lembap, tanpa menimbulkan kesan berminyak, asal diaplikasikan secara tipis-tipis saja. saya tidak merasakan kulit saya menjadi benar-benar putih, tapi cerah. mungkin karena kulit saya terhidrasi dengan baik, maka kulit saya jadi terlihat lebih "cerah". dan yang paling penting buat saya produk ini tidak menimbulkan jerawat, bruntusan atau komedo pada wajah.
setelah diaplikasikan ke tangan, moisturizer ini cepat meresap dan tidak berminyak --diaplikasikan secukupnya saja, kalau kebanyakan jadinya berminyak--
kesimpulan:
(+)
- harga murah meriah.
- melembabkan wajah tanpa meninggalkan kesan greasy.
- tidak menimbulkan jerawat, komedo atau bruntusan.
- area T saya tidak cepat berminyak.
- mudah didapat (tersedia juga di supermarket).
(-)
- aplikatornya useless ketika produknya udah mau habis.
repurchase?yup
Kemasan: 2/5 (mulut botolnya terlalu lebar)
Recommended? yup
adeus, senhora <3
The Author
Contact












