Translate
Hola...
Masih melanjutkan review produk dari Himalaya Herbals. Kali ini saya akan membahas tentang Whitening Face Scrubnya.
Jauh-jauh hari sebelum produk ini dikirimkan kepada saya untuk direview, saya memang sudah menggunakan produk ini. Karena produk ini jarang banget dipakai, paling hanya satu minggu sekali, jadi lamaaaa banget habisnya. Sekarang kondisi kulit saya berubah, dari yang super kering sekarang menjadi kombinasi. Otomatis frekuensi penggunaan scrub ini menjadi lebih sering, yaitu setiap tiga hari sekali.
Ahoj!!
*means "Hello" or "Hola"*
*this is the first word I learnt from my Slovak friend* -intermezzo-
Seperti yang sudah saya katakan di postingan sebelum ini, saya akan mulai mereview produk Himalaya Herbals. Pertama-tama, saya akan membahas si pembersih muka yang diklaim bebas SLS/SLES, dan phtalates ini. Dua tahun yang lalu saya pernah membelinya, tetapi ketika sudah habis saya nggak repurchase. Jujur aja sih, saya memang orangnya suka ganti-ganti skincare *mentang-mentang kulitnya nggak sensitif* *mentang-mentang kulitnya nggak acne prone*
Salah satu alasan kenapa saya nggak beli produk ini lagi, adalah karena rasanya kurang bersih setelah cuci muka pakai Himalaya whitening face wash ini. Tapi, yang namanya perasaan nggak bisa sama terus selamanya. Jadi... Gimana? Apakah perasaan saya terhadap facial wash ini masih sama seperti yang dulu? Nggak benci... Tapi juga nggak cinta...
Baiklah... Akan saya ulas produk ini untuk memberikan petunjuk bagi bellezas untuk menemukan jawabannya... :)
In
lipstick,
Purbasari
Lovely Review: Purbasari Matte Lipstick 83 Piruz, 84 Ruby, 89 Jade, 90 Crystal
Hola...
Kali ini saya ingin mereview matte lipstick dari brand lokal yang sangat tersohor dan merupakan must have item perempuan-perempuan pecinta lipstick saat ini. Udah pada tahu yaaa.. Kan di judul udah disebutin. Walaupun must have item tetapi lipstick ini lumayan langka, susah didapat di beberapa kota, even di Jakarta yang merupakan kota besar yang serba ada. Praise the Lord, saya masih gampang dapetin lipstick ini. Banyak dijual di toko kosmetik dan supermarket di Jogja.
Siapa yang tidak kenal dengan merk produk pelembap wajah
bernama Gizi Super Cream ini? Cream wajah yang sudah saya kenal sejak SMP,
karena pada saat itu ibu saya memakainya. Sampai pada saat sebelum repackaged
dan reformulasi, tampilan kemasan dan
box begitu-begitu saja. Namun jangan heran jika produk ini memiliki tempat di
hati pemakai setianya. Bagaimana tidak, dengan harga terjangkau dan isinya yang
banyak serta memberikan hasil yang nyata, tentu saja yang sudah cocok dengan
produk ini akan selalu membeli lagi jika sudah habis.
Tahukah bellezas jika
Gizi Super Cream sekarang ini sudah berusia 40 tahun lebih? Tentu saja untuk
mencapai usia ini merupakan sebuah perjuangan. Bertahan diantara begitu banyak
merk yang beredar bisa dikatakan sesuatu yang yang tidak mudah.
Sebagai perempuan, kebersihan merupakan hal yang wajib kita lakukan setiap hari. ingat kan bagaimana orangtua, terutama ibu mengajarkan untuk selalu bersih-bersih rumah, halaman, kamar, dan sebagainya. nggak nyambung sih sebenernya antara bersih-bersih rumah dengan produk yang akan saya rangkum di sini. tapi masih ada sangkut pautnya dengan kegiatan bersih-bersih kok.. hihi..


sebagai makhluk hidup yang tinggal di daerah tropis, dimana sinar matahari memancar sepanjang tahun, kulit membutuhkan perlindungan untuk menangkis sinar UVA dan UVB yang sangat jahat.
saya pernah menggunakan sunblock yang sangat greasy ketika saya duduk di bangku SMA. kemudian saya ilfil sama sunblock dan ngga mau pakai lagi. padahal aktifitas saya banyak di luar, tapi ya anak SMA pada masa itu mana ngerti skincare sihh.. ohh.. mungkin hanya saya yang ngga begitu memahami tentang perlindungan kulit terhadap bahaya sinar matahari.
Lipstick yang saya miliki sebagian besar bertekstur matte dan semi matte. Karena warna yang dihasilkan di bibir lebih intens dan dapat menutup warna kehitaman pada bibir. Sayangnya, lipstik jenis ini akan membuat bibir saya lama kelamaan menjadi kering dan pecan-pecah. Meskipun begitu, saya tidak pernah kapok memakainya.. Hehehe..
Kemudian pada suatu hari saya menginginkan lip balm stain, karena melihat dari reviewnya madam Rifka tampak sangat menggoda iman, maka saya putuskan untuk membelinya, satu aja dulu. Setelah tanya Pakdhe Google, akhirnya saya menemukan penjual yang menjual balm stain dengan harga paling murah. Wohooo.. *roll depan* *roll belakang* *lompat harimau*
Beginilah penampakan balm stain yang saya beli. Ma very first balm stain. Ever. Seriously.

bagi saya lipbalm merupakan produk yang harus ada di pouch makeup, harus direpurchase kalau sudah habis, harus dipakai setelah selesai mandi. kenapa harus setelah mandi? karena bibir saya sensitif sama pasta gigi. semua merk pasta gigi sudah saya coba, dan semuanya ganas. membuat bibir saya kering dan ada rasa terbakar. ngga mungkin dong saya nggak pakai pasta gigi ketika sikatan, dan mustahil juga ketika sikat gigi, busanya nggak turun ke bibir. jadi untuk mencegah bibir saya kering dan mengurangi burning sensation itu saya harus pakai lipbalm. dulu ketika remaja saya suka pakai lipbalm yang mengandung menthol karena memberikan efek dingin ke bibir, tapi sekarang saya lagi suka banget sama produk ini..

kita hidup di daerah tropis dimana matahari bersinar terus menerus sepanjang tahun. Tentu saja kulit kita membutuhkan perlindungan agar kulit terlindung dari bahaya sinar UVA dan UVB yang ada pada sinar matahari. Sinar matahari dapat membakar kulit sehingga kulit tampak kemerahan dan bahkan dapat menggelapkan warnanya. Nggak lucu banget kan punya kulit belang-belang dan tampak kusam?
Selain itu kulit butuh nutrisi agar tampak lebih cerah dan tetap sehat. Itu semua bisa bellezas dapatkan di satu produk yang bernama Marina UV white Extra SPF 30 body essence.

hola..

mungkin bagi beberapa orang, merk ini masih terdengar asing. saya menemukan produk ini akhir tahun lalu di sebuah toko kosmetik di Kota Jogja, yang orang nggak banyak tahu keberadaannya bernama Puspa Indah. saya sih tahu toko ini sejak lama, karena lokasi toko ini berada tak jauh dari SMA saya.
karena merk ini masih sangat baru, stock barangnya di counternya pun masih sangat sedikit. harus rebutan sama orang lain yang juga ngincer produk-produknya Mineral Botanica. saya saranin tuker-tukeran pin bb/no. hape sama mbak BA nya deh biar kalau ada barang baru dateng, kita langsung dikasih tau *dengan catatan kalau mbak nya ga lupa :p*
FYI, walaupun perusahaan pemegang merk Mineral Botanica ini berada di Jakarta, dan pabriknya ada di Bandung, tetapi di 2 kota tersebut, sampai tulisan ini diterbitkan, belum ada counternya. eaaa.. yang tinggal di kota besar pada nangis kekejer. hahaha.. nggak perlu bersedih sampe segitunya kok, tenang aja. kan bisa order via fanpage nya. search aja tuh di Facebook: Mineral Botanica.

